Malam sudah larut, badan sudah capek banget minta diistirahatkan. Kurebahkan badan, kutarik selimut dan kututup mata. Mencoba tidur.

Zzzzz..

Tiba-tiba aku bermimpi buruk, aku tersentak dan tersadar, namun sekujur tubuh seakan kaku lumpuh, tak bisa kugerakkan, meski hanya sekedar ujung jari. Aku ketakutan, apa yang sebenarnya terjadi padaku? Ingin segera bangun dan tersadarkan dari tidur yang sadar ini. Tak sakit memang, tapi rasanya ada yang mengikat semua urat syaraf dan ototku. Kucoba segala cara untuk membuatku “terbebas” dari keadaan terikat ini. Mulai dari membaca istighfar, ayat-ayat dan surat dari Al Quran yang aku ketahui, sampai berusaha teriak kiranya ada orang yang mendengar teriakanku. Sampai akhirnya aku terbangun dari tidur yang sadar itu..

—-
Pernah mengalami hal seperti yang disebut diatas? Orang-orang menyebutnya tindihan, lindihen, irep-irep, atau ketindihan, silakan pilih yang manapun kamu suka, hehe. Berbagai mitos tindihan hingga saat ini masih terus dipelihara dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Banyak yang mengatakan bahwa ketika seseorang mengalami tindihan, pada saat itu ada mahluk halus alias hantu alias setan atau sejenisnya yang sedang “menindihnya” dari atas. Bahkan mitos tindihan ini semakin diperkuat berkat pengakuan dari orang-orang yang sering mengalami tindihan ini. Aneh tapi nyata.

Nah, ternyata ada penjelasan ilmiah mengenai mitos tindihan itu. Tindihan dikenal dengan sebutan sleep paralysis alias tidur lumpuh, dimana seseorang ketika tidur atau bangun tidur merasa sesak napas seperti dicekik, dada sesak, badan sulit bergerak dan sulit berteriak.

Sleep paralysis ini memang bisa berlangsung dalam hitungan detik hingga hitungan menit. Namun hal yang menarik dari mitos ketindihan ini adalah saat ketindihan seseorang sering mengalami halusinasi, seperti melihat sosok atau bayangan hitam di sekitar tempat tidur. Tak heran kemudian fenomena ketindihan ini pun sering dikait-kaitkan dengan hal-hal mistis.

Menurut penelitian Al Chayne, sleep paralysis adalah sejenis halusinasi karena adanya malfungsi tidur yang terjadi di tahap REM (rapid eye movement). FYI, berdasarkan gelombang otak, tidur terbagi dalam 4 tahapan. Tahapan itu adalah tahap tidur paling ringan (kita masih setengah sadar), tahap tidur yang lebih dalam, tidur paling dalam, dan tahap REM (pada tahap inilah mimpi terjadi). Ketika kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur, gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Jadi, dari keadaan sadar (saat hendak tidur) ke tahap tidur paling ringan, lalu langsung melompat ke tahap REM. Dan ketika otak mendadak terbangun dari tahap REM tapi tubuh belum, ketika itulah sleep paralysis terjadi. Kita merasa sangat sadar, tapi tubuh tak bisa bergerak. Ditambah lagi adanya halusinasi muncul sosok lain yang sebenarnya ini merupakan ciri khas dari mimpi.

Meski belum ada catatan adanya kematian karena sleep paralysis, tapi kita perlu waspada karena sleep paralysis bisa menjadi pertanda narcolepsy (serangan tidur mendadak tanpa tanda-tanda mengantuk), sleep apnea (mendengkur), kecemasan, atau depresi.

Penyebab sleep paralysis yaitu lelah, stres dan ketidakteraturan waktu tidur (kurang ataupun kebanyakan tidur). Jadi, tips untuk mengatasi sleep paralysis antara lain:
– cukup tidur
– menjaga jadwal tidur agar selalu teratur
– posisi tidur miring dapat membantu
– mengurangi stres
– olahraga teratur (tapi jangan terlalu dekat dengan waktu tidur)
– jangan terlalu lelah, segera istirahat ketika merasa lelah
– berdoa sebelum tidur

Kesimpulannya:
Sleep paralysis terjadi saat ada masalah pada kualitas tidur, bukan hal yang berbahaya dan tidak berkaitan dengan hal mistis.

Sumber: http://doktersehat.com/pernahkan-mengalami-tindihan-saat-tidur/