Pulang ke Wonogiri, rasanya ga afdol kalau ga icip2 makanan disana.. Ga semuanya makanan khas sih, tapi di lidahku, rasanya khas, heuheu..

Makanan khas yang pertama adalah nasi tiwul. Makanan ini khas-nya Wonogiri. Terbuat dari tepung gaplek, yaitu singkong yang dikeringkan terus ditumbuk. Rasanya manis khas singkong, warnanya kecoklatan. Buat yang tidak biasa, perut mungkin akan terasa panas, makanya biasa dicampur dengan nasi putih. Sebagai pelengkap nasi tiwul, urap, ikan asin dan sambal cabuk terasa pas. Cabuk juga makanan khas, terbuat dari wijen. Warnanya hitam, dengan rasa yang unik. Saat ini, nasi tiwul ini sudah jarang aku temukan. Kemarin menemukan ada yang menjual nasi tiwul, yaitu di warung2 HIK daerah Bulusulur.

Selanjutnya adalah pindang kambing. Penasaran dengan makanan ini karena pernah ditayangkan di acara berita salah satu stasiun TV nasional, sebagai makanan khas Wonogiri. Pindang ini dibuat dari adonan tepung gaplek yang diberi kikil kambing dan jeroan, kemudian dibungkus dengan daun jati. Pertama kali liat, rada jijik karena bentuknya yang tidak menggiurkan, namun setelah dicicipi rasanya lumayan enak. Pindang kambing buatan embah di Ngadirojo ini patut dicicipi.

Makanan selanjutnya adalah jangan lombok ijo. Jangan = sayur berkuah, hm, jadi semacam masakan berkuah dari cabe hijau. Cabai hijau diiris tipis, ditambah dengan tahu, tempe, dilengkapi dengan ebi dan kerupuk kulit dalam kuah santan. Rasanya unik, membuatku ketagihan merasakannya. Rasa bahan2 asli Wonogiri membuatnya terasa beda. Mau bikin sendiri atau beli, rasanya mudah.


Ga lengkap rasanya kalau ga mencicipi ayam panggang di Wonogiri. Ayam yang dipanggang di tungku tanah dengan kayu bakar rasanya sangat2 nikmat. Aroma khas hasil panggangan kayu tidak ada tandingan rasanya. Dilengkapi dengan urap sayur bumbu kelapa dan sambal dadak, makan siang akan terasa nikmat. Makanan ini banyak dijual di rumah makan, namun yang terkenal ada di daerah Jatisrono.

Ikan nila bakar yang dijual di warung2 kawasan PLTA Waduk Gajah Mungkur (biasa disebut plasa) ini membuatku ketagihan. Lagi2 dengan urap sayur bumbu dan sambal (kayaknya hampir semua masakan pake ini ya??) ditambah lalapan, makan siang santai di siang hari sambil menikmati suasana kawasan waduk sangatlah nikmat.

Mau yang seger2??? Rujak buah dan lotis buah patut dicoba. Ga jauh beda dengan rujak pada umumnya sih, yang khas adalah tempat jualnya, yaaa dimana lagi kalau bukan di Wonogiri, hahaha. Ada perbedaan antara rujak dan lotis. Rujak adalah adonan dari buah-buahan yang dipotong tipis kecil memanjang kemudian diberi bumbu rujak (dari gula jawa, cabai rawit, asam jawa) ditambah es batu. Sedangkan lotis adalah potongan buah yang dipisah dari bumbu rujak, untuk memakannya buah dicocol ke sambal. Di tempat jualan lotis rujak, aku juga menemukan es kelapa muda dan tape ketan. Campur2 juga seger, semua rasanya unik

Belum semua makanan khas Wonogiri yang diicip2, tapi yang sudah disebutkan kurasa bisa mewakili, hehehe. Jalan2 sambil kuliner? Yuuuuuks!