Di gerbang masuk Monas, bersebelahan dengan kawasan Stasiun Gambir, menikmati pergantian senja sambil menikmati jajanan. Kisah tentang hidup yang sedang mengalir lancar, terhenti oleh tatapan mata bulat seorang gadis kecil yang datang. Pemilik mata bening yang membuat aku rindu adikku,,

Hahaha, dasar anak kecil. Meskipun di tengah himpitan kehidupan yang serba sulit, masih saja terdengar tawa renyah penyenang hati. Setelah berterima kasih atas minuman yang dia inginkan, dia berlari pergi menuju kawan-kawannya. Berganti dengan wajah tanya ibu penjual minuman.

Cerita berganti pada sang ibu penjual minuman. Kisah tentang si anak gadis yang hidup di bawah naungan langit Stasiun Gambir bersama keluarganya. Kisah tentang para penjual di gerbang dan pelataran Monas yang selalu diliputi was-was saat ada penertiban. Teringat kisah hidup sahabatku yang baru kudengar sebelumnya.

Ya Allah, mengapa aku sering lupa bersyukur??🙂