Sahabat, pernahkah kalian mempertanyakan mengenai takdir? Mengapa aku terlahir dalam keadaan seperti ini? Mengapa nasibku seperti ini? Kenapa aku dan dia berbeda nasib? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.. ^^ hehe, honestly, aku pernah. Salah ga sih mempertanyakan hal2 yang harusnya tidak dipertanyakan? Serasa mempertanyakan pertanyaan yang tabu, dan akan kena hukuman kalau mempertanyakannya.. hehehe

Namun,, aku belajar…

Allah SWT mengetahui segala sesuatu sebelum terjadinya sebagaimana diri-Nya mengetahui hal itu setelah terjadinya.
“Dan tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Yunus [10] : 61)

Takdir itu sudah tertulis,, di kitab Lauhul Mahfuzh.
“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah” (QS 57:22)

Segala sesuatu yang terjadi di alam ini adalah kehendak Allah SWT
“Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Insaan [76] : 30)

Segala sesuatu di alam ini adalah ciptaan Allah SWT dan hasil dari ketetapan-Nya
Katakanlah: “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.”(QS. Ar-Ra’ad [13] : 16)

Nah,, takdir juga terbagi dua
Pertama. Takdir yang tidak bisa diusahakan, dimana manusia tidak memiliki kehendak dan pilihan didalamnya. Misalnya: dilahirkan oleh siapa, laki-laki atau perempuan, bagaimana kondisi fisiknya, dsb. Untuk yang ini, manusia diharapkan untuk bersyukur dan memanfaatkan anugerahnya untuk menjalankan ibadahnya, banyak2 berdoa

Kedua. Takdir yang bisa diusahakan, dimana manusia diberikan kehendak dan pilihan untuk menentukan perbuatan-perbuatannya sendiri. Semua kehendak manusia itu tidaklah keluar dari kehendak dan takdir Allah SWT. Untuk itu Allah SWT telah memberikan kepada hamba-hamba-Nya akal untuk bisa membedakan mana yang baik dan buruk serta untuk bisa menentukan pilihan apakah sesuatu itu dilakukan atau tidak.

Manusia tetap dituntut untuk berupaya seoptimal mungkin untuk mencapai kehidupan yang baik di dunia maupun di akhirat dengan seimbang tanpa melupakan sisi pasrah dan tawakal manusia terhadap Penciptanya. Upaya manusia dan intervensi Allah untuk menetapkan sesuatu terjadi atau tidak, semua sangat tergantung dari optimalisasi usaha manusia dan keridloan Ilahi.
“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia” (QS Ar-Ra’ad [13]:11)

Kekuatan doa dan usaha akan menentukan seberapa baik takdir yang kita jalani. Tetap optimis dan positif menjalani hidup karena hidup kita bergantung pada ridho Allah,, itu kan yang terpenting ^^

(dari berbagai sumber)