Tombo ati iku limo perkarane
Kaping pisan moco Qur’an lan maknane
Kaping pindho sholat wengi lakonono
Kaping telu wong kang sholeh kumpulono
Kaping papat kudu weteng ingkang luwe
Kaping limo dzikir wengi ingkang suwe

Salah sawijine sopo biso ngelakoni
Mugi-mugi Gusti Allah nyembadani

kalau di bahasa Indonesia-kan, jadinya begini:

Obat hati ada lima perkaranya
Yang pertama, baca Qur’an dan maknanya
Yang kedua, sholat malam dirikanlah
Yang ketiga, berkumpullah dengan orang sholeh
Yang keempat, perbanyaklah berpuasa
Yang kelima, dzikir malam perpanjanglah

Salah satunya siapa bisa menjalani
Moga-moga Gusti Allah mencukupi

Tiba2 kangen sama lagu ini, lagu yang tiap sore menjelang maghrib dan isya suka terdengar dari mesjid desaku. Dari kecil sudah terbiasa mendengarnya, tapi beberapa waktu lalu ada seorang penyanyi nasyid yang mempopulerkannya. Yak, lagu ini dipopulerkan oleh Kang Opick dengan judul Tombo Ati, sesuai yang dikenal. Ternyata, lagu ini digubah oleh Sunan Bonang, salah satu Wali Songo yang banyak berdakwah melalui kebudayaan. Hm, jadi ingat lagu Lir Ilir yang pernah kuposting sebelumnya.

Lirik sederhana, namun penuh makna. Obat hati. Untuk mendapatkan ketenangan jiwa, obatnya ternyata tidak harus pergi ke tempat-tempat yang jauh atau menjauhi keramaian dan menyepi, dan sebagainya. Obatnya ada pada diri kita sendiri, yaitu dengan melakukan 5 hal seperti yang disebutkan dalam lirik lagu.

Moco Quran sak maknane – Membaca Al Quran dengan maknanya

Hayoo,, kalau ditanya. Berapa kali baca Quran dalam sehari? Terus dalam seminggu? Kalau dalam sebulan? Atau jangan-jangan Al-Quran itu hanya sebagai barang berharga yang tersimpan di lemari tanpa pernah membukanya? >.<” Kalau aku ditanya hal itu, hiks hiks, aku juga masih belum bisa istiqomah

Dalam Al Quran, Allah berfirman,

“Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat” (QS Al A’raaf [7]: 204)

Dengan mendengarkan bacaan Al Quran dengan baik, dapat menghibur perasaan sedih, menenangkan jiwa yang gelisah dan melunakkan hati yang keras, serta mendatangkan petunjuk.

”Kepada kaum yang suka berjamaah di rumah-rumah peribadatan, membaca Al Quran secara bergiliran dan ajar mengajarkannya terhadap sesamanya, akan turunlah kepadanya ketenangan dan ketenteraman, akan berlimpah kepadanya rahmat dan mereka akan dijaga oleh malaikat, juga Allah akan mengingat mereka” (diriwayatkan oleh Muslim dan Abu Hurairah).

Keutamaan dan martabat orang yang membaca Al Quran,

”Perumpamaan orang Mu’min yang membaca Al Quran, adalah seperti bunga utrujjah, baunya harum dan rasanya lezat; orang Mu’min yang tak suka membaca Al Quran, adalah seperti buah korma, baunya tidak begitu harum, tetapi manis rasanya; orang munafiq yang membaca Al Quran ibarat sekuntum bunga, berbau harum, tetapi pahit rasanya; dan orang munafiq yang tidak membaca Al Quran, tak ubahnya seperti buah hanzalah, tidak berbau dan rasanya pahit sekali.” (HR Bukhari dan Muslim)

Namun, membacanya tidak semata-mata hanya membacanya. Diharapkan dibaca dengan maknanya agar bisa dimengerti, sehingga bisa dijadikan petunjuk hidup, seperti yang diharapkan Allah.

“Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa” (QS Al Baqarah [2] :2)

Sholat wengi lakonono – Sholat malam dirikanlah

“Dan pada sebagian malam hari shalat tahajjudlah kamu sebagai ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke Tempat yang terpuji” (Al-Isra 79)

Rasulullah SAW selalu menikmati bangun malam untuk shalat tahajud. Beliau bersabda,

“Sesungguhnya pada waktu malam ada satu waktu. Seandainya seorang Muslim meminta suatu kebaikan didunia maupun diakhirat kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan memberinya. Dan itu berlaku setiap malam.” ( HR Muslim)

“Pada tiap malam Tuhan SWT turun (ke langit dunia) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman : “Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaanya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia.” ( HR Bukhari dan Muslim )

Shalat tahajjud itu dapat menenangkan jiwa, karena kondisi tenang dan hening akan membuat jiwa kita lebih khusyu dan bisa sepuasnya curhat kepada Allah SWT sekaligus merenung tanpa diganggu oleh kesibukan dan aktifitas seperti disiang hari. Jadi dari sisi kejiwaan, shalat Tahajud membuat jiwa tenang asal dilakukan dengan keikhlasan. Selain itu gerakan-gerakan shalat yang teratur juga merupakan olahraga yang bisa menjaga kesehatan.

Wong kang sholeh kumpulono – Berkumpulah dengan orang saleh

Berkumpul, berteman, bergaul di dalam suatu lingkungan sangat mempengaruhi cara manusia mengisi hidupnya. Hal ini ditentukan oleh siapa dan bagaimana orang-orang yang senantiasa menemaninya setiap saat. Bisa dipastikan, kebahagiaan akan dapat dirasakan oleh orang-orang yang memiliki teman dan sahabat yang baik.
Rasulullah SAW bersabda,

“Perumpamaan teman yang saleh dan teman yang buruk seperti pedagang parfum dan pandai besi. Seorang pedagang parfum, kalaupun ia tidak memberimu parfum atau kamu membeli darinya, kamu akan mendapatkan bau yang harum. Sedangkan seorang pandai besi, kalaupun bajumu tidak terbakar, kamu akan mendapatkan bau yang tidak sedap.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dengan sering bergaul, berinteraksi, dan berdiskusi dengan orang saleh, maka selain menambah wawasan keislaman kita juga akan semakin membuat kita berusaha mengikuti jejak mereka untuk senantiasa dekat kepada-Nya.

Weteng iro ingkang luwe – Perbanyaklah berpuasa

“Dan kalau kalian puasa itu lebih baik bagi kalian kalau kalian mengetahuinya.” (QS Al-Baqarah [2]: 184)

Puasa adalah sarana yang sangat baik bagi pengendalian diri kita. Dengan berpuasa kita akan mampu menahan gejolak nafsu yang senantiasa membujuk kita melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT. Puasa adalah benteng dari syahwat, perisai dari neraka, sarana masuk surga, yang menahan manusia dari kebiasaan-kebiasaan yang jelek, hingga jadilah jiwa yang tenang.

Rasulullah SAW bersabda,

Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat kepada hamba di hari kiamat, puasa akan berkata : Wahai Rabbku, aku menghalanginya dari makan dan syahwat, berilah dia syafaat karenaku, Al-Qur’an pun berkata : Aku telah menghalanginya dari tidur di malam hari, berilah dia syafaat. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : maka keduanya memberi syafaat. (HR Mulim)

Dzikir wengi ingkang suwe – Dzikir malam perpanjanglah

Dzikir adalah upaya untuk selalu mengingat Allah SWT. Apalagi dzikir pada malam hari, di saat orang-orang terlelap dalam mimpi-mimpi yang indah, kita melakukan dzikir kepada-Nya, hal ini akan semakin mendekatkan batin dan hati kita kepada-Nya. Malam hari hari adalah waktu yang paling mustajab untuk memohonkan segala keinginan kita kepada Allah SWT. Dzikir yang kita ucapkan dengan ikhlas akan semakin membuat hati kita serasa sangat dekat kepada-Nya.

Allah berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman” (QS Al Ahzab : 41-43)

 

Allah berfirman, “Aku sesuai dengan dugaan hamba-Ku kepada-Ku. Jika ia ingat kepadaKu di dalam hatinya, Akupun ingat pula kepadanya di dalam hati-Ku. Dan jika ia ingat kepada-Ku di lingkungan khalayak ramai, niscaya Aku-pun ingat kepadanya di dalam lingkungan khalayak ramai yang lebih baik. Dan jika ia mendekat pada-Ku sejengkal, Aku-pun mendekat pula padanya sehasta. Jika ia mendekat pada-Ku sehasta, niscaya Aku mendekat padanya sedepa.  Dan jika dia datang pada-Ku dengan berjalan, maka Aku mendatanginya sambil berlari”

(HR Syaikhani dan Turmidzi dari Abu Huraira ra)

(dari berbagai sumber)