Aku orang yang serius,, seringnya,, namun ada saatnya aku sangat suka bercanda. Ngobrol, bercanda, tertawa, tersenyum,, hal2 yang membuat hidup lebih hidup, tidak monoton. Yah, canda tawa itu perlu untuk menciptakan suasana rileks dan santai untuk mengendorkan urat syaraf, menghilangkan penat, pegal, bosan dan capek. Efeknya badan kembali segar, mental stabil, semangat kembali hadir, hati pun riang ^^

Rasulullah SAW pun pernah bercanda. Beliau sering mengajak istri dan para sahabatnya bercanda dan bersenda gurau untuk mengambil hati serta membuat mereka gembira.
Dari Hasan RA, dia berkata, ada seorang perempuan tua yang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata,

“Wahai Rasulullah, berdoalah kepada Allah supaya memasukkanku ke dalam surga.”

Rasulullah SAW menjawab,

“Wahai Ummu fulan, sesungguhnya surga itu tidak dimasuki oleh orang yang sudah tua renta.”

Perempuan itu pun berpaling sambil menangis. Lalu, Rasulullah SAW bersabda,

“Beri tahu dia kalau dia tidak akan masuk surga dalam keadaan sudah tua renta. Sebab, Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung. Dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta, lagi sebaya umurnya.” (QS Al-Waqiah [56]: 35-37).

(HR Tirmidzi).

Namun, bercanda juga harus ada batasnya. Perhatikan adab-adabnya agar bercanda itu bermanfaat dan tidak sia-sia.

Luruskan tujuan
Tujuan bercanda untuk menghilangkan kepenatan, rasa bosan dan lesu, serta menyegarkan suasana dengan canda yang dibolehkan. Nantinya diharapkan didapatkan semangat baru dalam melakukan hal-hal yang bermanfaat

Tidak berlebihan dan melewati batas dalam bercanda
Canda yang berlebihan akan menjatuhkan kehormatan dalam pandangan manusia.
Sabda Nabi SAW, “Setiap Muslim dengan Muslim lain diharamkan darah, harta, dan harga dirinya.” (HR Muslim)

Bercanda dengan orang-orang yang membutuhkannya
Saat ada orang lain yang terlihat penat, bosan, kurang bersemangat, bercanda diperbolehkan. Namun, jangan juga bercanda dengan orang yang tidak suka bercanda karena akan menimbulkan akibat buruk. Oleh karena itu, lihatlah dengan siapa kita hendak bercanda.

Tidak menjadikan canda sebagai kebiasaan
Kesungguhan dan serius adalah karakter pribadi muslim, sedang kelakar hanya sekadar jeda, rehat dari kepenatan.

Isi canda bukan dusta dan tidak dibuat-buat
Abu Hurairah ra pun menceritakan, para sahabat bertanya kepada Rasulullah, “Wahai, Rasullullah! Apakah engkau juga bersendau gurau bersama kami?” Maka Rasulullah SAW menjawab dengan sabdanya, “Betul, hanya saja aku selalu berkata benar.” (HR. Imam Ahmad. Sanadnya Shahih)

Rasullullah SAW bersabda, “Aku menjamin dengan sebuah istana di bagian tepi surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun ia berada di pihak yang benar, sebuah istana di bagian tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meski ia sedang bercanda, dan istana di bagian atas surga bagi seseorang yang memperbaiki akhlaknya.” (HR. Abu Dawud)

Hindari bercanda dengan kata-kata yang buruk, pelecehan, cacian dan cemoohan
“Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kalian.” (QS. Al-Isra’: 53)
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) itu lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok).” (QS Al-Hujurat [49] :11)

Tidak banyak tertawa.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan agar tidak banyak tertawa, “Janganlah kalian banyak tertawa. Sesungguhnya banyak tertawa dapat mematikan hati.” (HR. Ibnu Majah)

Tidak menjadikan aspek agama sebagai materi canda
“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah, “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kamu selalu berolokolok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan dari kamu (lantaran mereka tobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orangorang yang selalu berbuat dosa.” (QS At-Taubah [9]: 65-66)

Semoga setiap kata, perbuatan, tingkah laku dan akhlak kita mendapatkan ridlo dari Allah, pun dalam masalah bercanda.

(disadur dari berbagai sumber)

SMILE SURELY COULD HEAL THE PAIN ^^

Iklan