Lir-ilir, lir-ilir tandure wus sumilir
Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar
Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi
Lunyu-lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro
Dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir
Dondomono jrumatono kanggo sebo mengko sore
Mumpung padhang rembulane mumpung jembar kalangane
Yo surako… surak hiyo

Suka banget sama lagu Jawa satu ini ^^ rasanya adem dan menyenangkan. Dulu suka memainkan lagu ini dengan gamelan bareng temen2 di PSTK ITB. heuu,, really miss that moments. Buat yang ga ngerti bahasa Jawa, nih terjemahannya dalam bahasa Indonesia:

Bangunlah, bangunlah (dari tidur)
Tanaman-tanaman sudah mulai bersemi,
demikian menghijau bagaikan gairah pengantin baru
Anak penggembala, tolong panjatkan pohon blimbing itu,
walaupun licin tetap panjatlah untuk mencuci pakaian
Pakaian-pakaian yang koyak disisihkan
Jahitlah benahilah untuk menghadap nanti sore
Selagi sedang terang rembulannya
Selagi sedang banyak waktu luang
Mari bersorak-sorak ayo…

Konon katanya lagu ini gubahan dari Sunan Kalijaga, salah satu Sunan yang menggunakan seni untuk berdakwah karena ketinggian bakat seninya, selain cerita wayang tentunya. Sekilas, aku sendiri ga tau kalau ada makna tersirat dalam lagu itu, saat searching nanya om google, ada beberapa tulisan yang menginformasikan tentang maknanya.

Lir-ilir, Lir-ilir (Bangunlah, bangunlah)
Tandure wus sumilir (Tanaman sudah bersemi)
Tak ijo royo-royo (Demikian menghijau)
Tak sengguh temanten anyar (Bagaikan pengantin baru)

Sadarlah,, bangunlah,, hiduplah,, dari tidur yang sejatinya adalah mati. Bangun dari keterpurukan, bangun dari sifat malas untuk lebih mempertebal keimanan yang telah ditanamkan oleh Alloh dalam diri. Keimanan dalam Islam yang dilambangkan dengan tanaman yang mulai bersemi dan demikian menghijau. Terserah kepada kita, mau tetap tidur dan membiarkan tanaman iman kita mati atau bangun dan berjuang untuk menumbuhkan tanaman tersebut hingga besar dan mendapatkan kebahagiaan seperti bahagianya pengantin baru.

Cah angon, cah angon (Anak gembala, anak gembala)
Penekno blimbing kuwi (Panjatlah (pohon) belimbing itu)
Lunyu-lunyu penekno (Biar licin dan susah tetaplah kau panjat)
Kanggo mbasuh dodotiro (untuk membasuh pakaianmu)

Setiap orang diberi sesuatu oleh Allah untuk digembalakan, diarahkan, yaitu hidupnya dan hatinya, dilambangkan dengan anak gembala. Setiap orang mempunyai tanggungjawab atau amanahnya masing-masing. Salah satunya adalah melaksanakan ajaran Islam yang digambarkan dengan buah belimbing yang memiliki lima gerigi. Meskipun licin, susah dan penuh rintangan sekuat tenaga tetap berusaha menjalankan ajaran Islam untuk membersihkan pakaian takwa.

Dodotiro, dodotiro (Pakaianmu, pakaianmu)
Kumitir bedah ing pinggir (terkoyak-koyak dibagian samping)
Dondomono, Jlumatono (Jahitlah, Benahilah!!)
Kanggo sebo mengko sore (untuk menghadap nanti sore)

Pakaian takwa manusia biasa rusak, terkoyak, berlubang di sana sini, belum sempurna. Untuk itu perlu dibenahi dan disempurnakan dengan ajaran Islam sebagai bekal menghadap. Agar siap ketika dipanggil menghadap kehadirat Alloh SWT dan selamat pada hari pertanggungjawaban kelak.

Mumpung padhang rembulane (mumpung bulan bersinar terang)
Mumpung jembar kalangane (mumpung banyak waktu luang)
Yo surako surak iyo!!! (Bersoraklah dengan sorakan Iya!!!)

Lakukanlah, selagi masih masih sehat, selagi ada cahaya terang yang menuntunmu, selagi masih mempunyai banyak waktu luang dan masih ada kesempatan bertobat. Bersemangat dan optimislah. Bergembiralah, semoga kalian mendapat anugerah dari Alloh.

(dari berbagai sumber)

Wew, ternyata lagu easy listening dengan syairnya yang indah ini memiliki makna dalam tentang hidup. ^^ Ngomong2 tentang lagunya sendiri, lagu ini diciptakan dari jaman kerajaan oleh Sunan Kalijaga, diturunkan dari generasi ke generasi di masyarakat Jawa sebagai lagu daerah. Para pemain Harpa seperti Maya Hasan (Indonesia), Carrol McLaughlin (Kanada), Hiroko Saito (Jepang), Kellie Marie Cousineau (Amerika Serikat), dan Lizary Rodrigues (Puerto Rico) pernah menterjemahkan lagu ini dalam musik Jazz pada konser musik “Harp to Heart”. Belakangan ini, Ten 2 Five juga menghadirkan lagu ini dalam album I Love Indonesia, bersanding dengan lagu2 dari daerah lain di Indonesia.

Komentarku,, nice song!! Jempol.. ^^d