Buah Pare

Aku ga suka makanan pahit, sama halnya dengan obat. Tapi untuk yang satu ini aku masih doyan. Mungkin pare lah satu2nya makanan berasa pahit yang aku doyan makannya. Iseng2 berhubung sudah lama ga masak, aku pilih pare ditumis sebagai menu masakan kali ini.

Sebelum mulai ke menu masakan yang simpel banget, mo sharing beberapa hal tentang pare. Meski rasanya pahit, pare ternyata mempunyai banyak manfaat bagi tubuh, yaitu antara lain:

Melawan sel kanker
Penelitian yang dilakukan di Jepang membuktikan bahwa pare dapat digunakan untuk melawan sel kanker. Penelitian dilakukan dengan menyuntikan sel kanker pada tikus-tikus yang kemudian diberi ekstrak pare untuk mengetahui perkembangan sel kanker. Hasilnya, ternyata sel kanker yang terdapat di dalam perut tikus berhenti berkembang. Khasiat ini diperoleh dari salah satu kandungan pare, yaitu lesichin yang berfungsi untuk mengaktifkan kerja kekebalan yang berfungsi untuk melawan sel kanker. Namun tidak hanya lesichin saja, akan tetapi khasiat pare sebagai pelawan sel kanker juga karena adanya kandungan zat yang lain pula. Khasiat ini tidak hanya bagi orang yang sudah terkena kanker. Bagi orang yang sehat pun dengan mengonsumsi pare dapat mencegah terkena kanker.

Menurunkan kadar gula
Penelitian dengan menggunakan tikus-tikus yang diberi pemicu diabetes. Tikus-tikus diberi ekstrak pare lalu diukur gula darahnya. Hasilnya, kadar gula darah pada tikus-tikus itu turun secara bertahap. Penurunan kadar gula ini didapat karena hasil kerja dari zat yang memiliki kesamaan dengan insulin yang terkandung di dalam biji pare. Selain itu, zat protein yang juga terkandung di dalamnya juga berperan dalam penurunan kadar gula dalam darah tersebut.

Zat-zat yang terkandung di dalam daging dan biji pare mempercepat pembongkaran glukosa dan mengubah glukosa yang berlebih menjadi energi. Bila kadar gula dalam darah dalam kondisi rendah dapat dipertahankan, hal ini juga berhubungan dengan pembakaran lemak sehingga dapat dijadikan cara untuk mencegah kegemukan.

Kandungan dan khasiat lain
Khasiat pare tidak hanya seperti yang sudah dijelaskan di atas. Selain serat, pare juga banyak mengandung vitamin C, karotin, dan kalium. Serat bekerja untuk mengatur kondisi di dalam usus dan berfungsi untuk mengatasi sembelit.

Karotin bekerja untuk menjaga kesehatan mata. Karotin dapat meningkatkan aktivitas mata. Dengan kandungan ini, maka pare dapat untuk mengatasi ataupun mengurangi keluhan rabun senja. Sedangkan kalium berfungsi untuk mengatasi pengonsumsian natrium berlebih sehingga berkhasiat untuk mengatasi tekanan darah tinggi.

Vitamin C yang terkandung di dalam 100 gram pare sekitar 120 ml. Vitamin C ini berfungsi untuk menjaga kecantikan kulit, yaitu mencegah kerusakan kulit yang diakibatkan oleh sengatan ultra violet. Itu berarti pare dapat mencegah munculnya noda hitam dan kerutan pada wajah. Selain itu pare juga dapat mengatasi terganggunya nafsu makan terutama pada saat udara terasa panas sehingga pare sangat cocok bila dimasak pada saat musim kemarau.

Dari penelitian yang dilakukan di Jepang itu juga diketahui bahwa biji pare merupakan anti oksidan yang cukup kuat. Anti oksidan bekerja untuk melawan radikal bebas di dalam tubuh. Radikal bebas merupakan zat yang dapat menyebabkan luka pada sel dan menyebabkan pengasam, memicu pembentukan sel kanker, mempercepat penuaan, penyumbatan arteri, stroke, penyakit jantung dan lain-lain. Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, dibutuhkan antioksidan.

(Disadur dari berbagai sumber)

Udah tahu khasiatnya kan? Kalau takut rasanya yang pahit, ada tips memasak yang bisa mengurangi rasa pahit pare. Untuk mengurangi pahit pare, belah pare dan buang isinya, iris tipis2. tambahkan garam, secukupnya saja karena rasa asin akan terbawa. remas2 pare sampai lemes, alias ga keras lagi, kira2 20 menit. Peras air yang keluar, kemudian cuci bersih pare. Yak, pare siap dimasak ^^

Memasaknya juga simpel, bisa dengan ditumis. Resep simpel tumis pare mari disimak ^^

tumis pare

Bahan:
– 1 buah pare ukuran sedang,
– 2 sendok makan teri yang sudah digoreng / udang rebon (tergantung selera)
– 2 sendok makan minyak goreng untuk menumis
– 4 buah cabe merah besar, bisa ditambahkan cabe rawit jika suka pedas. iris2
– 2 siung bawang, iris2
– 2 siung bawang merah, iris2
– 1/2 sendok makan gula pasir
– garam secukupnya

Cara membuat:
– Siapkan pare seperti tips sebelumnya
– Tumis semua bumbu sampai harum
– Masukkan pare, biarkan sampai pare matang
– Masukkan teri yang sudah digoreng/ udang rebon
– Pare siap disajikan.