-repost dari blog lama di friendster-

Berhubung masih suasana pergantian tahun, baik tahun Hijriyah maupun tahun Masehi, jadi pengen nulis tentang ini. Sebenarnya bukan hal yang baru siy, tapi hanya ingin mengingat kembali. Apa artinya waktu buat diri. Akhir-akhir ini ngerasa diri kurang bijak dalam memanfaatkan waktu  hehehehe. Perbaikan diri!!

Waktu akan terus berjalan, tanpa kompromi, tidak mungkin akan mau menunggu kita. Kita ga mungkin kan berkata, “Waktu, tolong berhenti berjalan sejenak dunk, aku mau istirahat, tapi kerjaanku sudah mendekati deadline. Jadi pas aku selesai istirahat, baru kamu berjalan lagi ya…” hehehehehe, emang apaan? Kalo ke teman siy, bisa saja diminta nunggu, tapi ini waktu lho..
Mengenai waktu, Allah menciptakan matahari, bulan, bintang agar manusia bisa mengetahui waktu, seperti yang tertulis di Al Qur’an, yang bunyinya:
“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.” (QS Yunus: 10)

Dengan mengetahui tentang waktu, kita jadi bisa berpikir. Waktu akan terus berjalan, lalu apa yang bisa kita lakukan? Apakah akan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk meraih tujuan, atau mau menjalaninya layaknya air yang mengalir tenang, terserah mo dibawa kemana, ataukah memilih untuk bermalas-malasan dan membiarkan waktu berjalan sia-sia? Kalo orang cerdas mah, pasti akan memilih untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk meraih tujuan. Iya kan? Hehehe

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS Al Ashr : 1-3)

Hiiii,,, serem ya. Menjalani hidup tapi akhirnya malah berada dalam kerugian karena tidak bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Kerugian yang dimaksud, kerugian di masa mendatang kita pastinya, alias di negeri keabadian. Tujuan akhir kita mau masuk surga kan? Jadi jangan mau dunk jadi orang yang merugi. Hmm,, Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang merugi itu,, amin..

Terus, gimana caranya agar waktu yang kita miliki itu tidak sia-sia, agar waktu kita tuh bermanfaat? Caranya ya, dengan mengevaluasi apa yang telah diperbuat untuk bahan masukan kedepannya dan merencanakan apa yang akan dilakukan di waktu mendatang.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Hasyr : 18)

Memperhatikan, mengevaluasi, memperbaiki, merencanakan perbuatan. Kata-kata kunci dalam memanfaatkan waktu. Dengan memperhatikan dan mengevaluasi apa-apa yang telah diperbuat, bagusnya kalo dilakukannya tiap hari, maka kita bisa mengetahui hal-hal apa saja yang sudah berhasil kita lakukan dan apa saja yang harus kita perbaiki agar bisa lebih baik kedepannya dalam perencanaan.

Selalu, teori lebih mudah daripada praktek. Saat sudah berhasil merencanakan, maka kita harus bisa melaksanakan sesuai dengan apa yang sudah direncanakan. Jangan sampai menyesal kalau apa yang sudah direncanakan tidak terlaksana dengan baik. Use ur agenda, stick on it, because we often forget about what we should do and it make us become disorder.Moreover, if we feel tired, we could get a break to regain our strength and then continue our “fight” with new spirit. Do not take all things too serious. hehehehe,, this is for me,, who’s seems too serious when I really want something

One more thing. If the result didn’t appropriate with the plan, even though we have done the best thing we can,, don’t be so sad or regret it. Results are Allah authorities. As human being, all we can do just do the best we can. Be ikhlas,,

Waktu terus berjalan, mari manfaatkan sebaik-baiknya untuk meraih tujuan

-Bandung, 6 Januari 2009-