di suatu kelompok, sedang dibagikan makanan enak dengan jumlah yang terbatas untuk anggota yang sudah mendaftar dan pemesanan. hampir semua anggota ingin segera mendapatkannya, sehingga jubelan terjadi di tempat pembagian tersebut. semua orang mengantri, kecuali 1 orang, si A. Si A berpikir, “hm, males ah. mesti berdesak2an dengan orang2 demi sebuah makanan. ntar juga aku kebagian jatah”.

menunggu dan terus menunggu, si A tetap pada pemikirannya bahwa dia pasti akan mendapatkan jatah pembagian karena namanya sudah terdaftar dalam kelompok. pasti si pembagi makanan mengingatku, karena aku sudah memesan.

satu persatu orang yang mengatri meninggalkan tempat pembagian setelah mendapatkan jatahnya. Karena mulai sepi, si A akhirya mendekati tempat pembagian, disitu hanya tinggal 2 orang yang mengantri sebelum si A. melongok ke tempat pembagian, masih ada 3 bungkus makanan tersisa. Si A berpikir, “wah, pas untuk kami bertiga. aku dapat jatah 1 bungkus seperti yang kupesan.”

satu pengantri pergi membawa 1 bungkus makanan, tersisa si A dan 1 pengantri di depannya. tapi, tak seperti yang diharapkan, si pengantri ternyata memesan 2 bungkus makanan dan akhirnya tak menyisakan satupun untuk si A. hm, pasti ada yang mengambil jatah lebih sebelum si A sempat mengantri dengan begitu banyaknya antrian.

dengan tertunduk lesu, si A menyesali dirinya, mengapa tidak ikut mengantri dari semula seperti yang lainnya, hanya karena malas berdesakan. coba saja dia ikut, pasti kebagian jatah makanan tersebut.

 

sekilas cerita, apa yang bisa kita petik???

fastabihul khairat!! berlomba2 dalam kebaikan ^^ andaikan saja makanan itu adalah pahala amal kebaikan, pantaskah kita hanya menunggu dibagikan tanpa berjuang mendapatkannya?? hoho, tentu tidak kan?

maksimalkan kemampuan diri, jangan sampai timbul penyesalan karena tidak mendapatkan kebaikan yang akan harusnya bisa diusahakan..