Tidur, kebutuhan setiap makhluk hidup, termasuk manusia yang masih “hidup”,, sudah sunatullahnya begitu ^^. Di dalam Al Qur’an juga disebutkan:

Dan Kami jadikan tidurmu sebagai pelepas lelah bagimu.” (QS An Naba’: 9)

Nah, sesuai dengan ayat tersebut, jelaslah bahwa tidur adalah istirahat yang paling baik setelah melakukan berbagai aktivitas kehidupan yang mengakibatkan kelelahan pada seluruh anggota tubuh. Tidur juga merupakan proses untuk mengembalikan tubuh pada keadaan semula.

Nah, secara ilmiah,, keadaan organ tubuh ketika tidur sangat berbeda sekali dengan keadaan ketika sadar. Di antaranya adanya perubahan pada hubungan antara tubuh dengan akal, jiwa, dan ruh. Selain ada perubahan pada tingkat kesadaran dan persepsi, juga ada perubahan-perubahan pada tubuh manusia. Antara lain:

1.Suhu panas tubuh sedikit menurun kurang lebih sekitar setengah derajat. Hal ini terjadi karena semakin melambatnya aktifitas pada tubuh. Ditambah pula adanya relaksasi otot-otot dikala tidur. Sebab ketegangan otot-otot akan menghasilkan suhu panas pada tubuh. Sebaliknya apabila terjadi relaksasi pada otot-otot, maka aktifitas sumber penghasil suhu panas tubuh akan berhenti.

2.Tekanan darah sedikit menurun. Hal itu disebabkan adanya relaksasi pada otot-otot dan perasaan menjadi lebih rileks disaat tidur. Hanya saja, tekanan darah akan meninggi secara mendadak dikala bermimpi melihat sesuatu yang mengejutkan atau perasaan seolah-olah jatuh yang dikenal dengan istilah hypnic myclonia, serta dikala terhentinya pernafasan ditengah tidur (SLEEP Apnea)

3.Semakin melambatnya pergerakan isi perut dalam lambung di kala tidur.

4.Terjadi perubahan-perubahan pada pengeluaran hormon dalam tubuh di kala tidur;
– Semakin sedikitnya hormon-hormon kesiagaan, yang diantaranya berupa, kelenjar Cortisone & kelenjar adrenalin.
– Semakin bertambahnya penegeluaran hormon pertumbuhan dari kelenjar hipofisis di dasar otak, yaitu hormon yang meaangaktifkan proses metabolisme, serta berperan menambah pertumbuhan badan pada anak.

5.Semakin berkurangnya aktifitas simpatik.

6.Akan terjadi pergerakan bola mata cepat, bertambahnya aktifitas otak, berhentinya aktifitas sistem transmisi (Sistem pergerakan dalam tubuh), terjadinya kelumpuhan tidur dan periode berhentinya pernapasan.

Tidur sebenarnya merupakan bagian dari upaya membersihkan ’sampah metabolisme’ yang menyebabkan kelelahan. Dikatakan bahwa dalam sehari, produk sampah yang berasal dari seluruh kegiatan otot tubuh sebagian besar terdiri atas dioksida dan asam laktat  menumpuk dalam darah dan mempunyai efek toksik pada saraf yang menyebabkan rasa lelah dan mengantuk. Selama tidur, sampah ini dimusnahkan sehingga ketika bangun tubuh akan terasa segar kembali.

Jadi, tidur bukanlah sekedar mengistirahatkan tubuh, melainkan juga mengistirahatkan otak. Khususnya korteks serebral yakni bagian otak terpenting atau fungsi mental tertinggi yang digunakan untuk mengingat, memvisualisasikan, membayangkan, menilai, serta memberikan argumentasi.

Mengenai jam biologis, yang biasanya dimiliki dari kebiasaan waktu tidur dan bangun tidur, ada hubungannya dengan sunnah sebelum tidur lho. Waktu biologis ini dipengaruhi oleh hormon melatonin yang dihasilkan di hypotalamus (salah satu bagian di otak). Pada sistem imunitas tubuh, melatonin dapat memacu produksi leukosit dan limfosit yang berperan dalam menjaga kekebalan tubuh. Selain itu. Melatonin juga memegang jam biologis, yakni jam bangun dan tidurnya seseorang. Seseorang yang terbiasa tidur dan bangun jam sekian, tentu akan mengalami kesulitan pada awalnya ketika diminta menggeser, karena ada jam otomatis dalam tubuhnya yang mengatur kapan ia harus bangun dan kapan ia harus tidur. Catatannya, hormon ini berkurang produksinya seiring pertambahan usia. Apabila manusia telah sampai pada pertengahan ussia (40-50), kadar melatonin itu akan semakin berkurang hingga setengahnya dari kadar aslinya.

Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam menganjurkan ummatnya untuk tidak tidur terlalu larut malam dengan kebiasaan beliau yang tidak suka berbincang setelah sholat isya. Hikmahnya yaitu selain terhindar dari tidur larut malam, tidak tertinggal sholat malam dan sholat subuh, juga agar produksi melatonin tetap terjaga dan efeknya bagi tubuh bisa kita nikmati. Perkiraan waktu tidur ideal,, hm, sekitar 5-8 jam di malam hari. Tapi jangan berlebihan, itu sangat berpengaruh pada tubuh (next time ada pembahasan mengenai waktu tidur ideal aaah)

Ada lagi hikmah lain yang berhubungan dengan anjuran Rasulullah sebelum tidur, lewat hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar bahwa Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda : ”Jangan kamu tinggalkan api di rumahmu ketika kamu tidur” (HR Bukhari dan Muslim). Anjuran untuk memadamkan api sebelum tidur bagi sebagian kita mungkin berpendapat bahwa hal itu dikarenakan pada zaman Rasulullah masih digunakan lampu api (obor) yang bisa beresiko menimbulkan kebakaran jika tidak dimatikan. Tapi hadis ini tetap berlaku bagi kita yang saat ini menggunakan lampu listrik. Dan ternyata ada hikmah lain dari anjuran Rasulullah ini berhubungan dengan aktivitas melatonin yang telah kita bahas sebelumnya. Karena hormon melatonin ini dihasilkan pada waktu gelap, maka adanya cahaya akan mengganggu pengeluarannya. Ketika terus terpapar cahaya, maka produksi dan efek medisnya tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya. Terutama saat kita masih menonton TV hingga larut malam, cahaya yang ditimbulkan serta gelombang elektromagnetik padanya terbukti secara bermakna mengacaukan produksi melatonin.

Untuk lebih memahami bagaimana posisi tidur yang benar serta posisi yang dianjurkan Nabi Shallallaahu alaihi wasallaam, ada baiknya dijelaskan satu persatu posisi tidur.

1.Posisi Tengkurap
Kebanyakan seseorang yang sudah dalam keadaan lelah memilih tidur dengan posisi ini. Sepintas kelihatan tidurnya sangat pulas dan nyenyak. Namun posisi tengkurap ini merupakan salah satu posisi yang tidak sehat. Sebab posisi ini bisa menyebabkan penekanan pada perut, jantung, hati dan organ tubuh lainnya sehingga aliran udara dan darah menjadi tidak lancar.
Posisi ini sangat dilarang oleh Rasulullah sebagaimana dalam sabdanya :
” Dari Ya’isy bin Takhfah Al-ghiffari radhiallaahu anhu ia berkata, ayahku berkata : ”ketika aku berbaring di mesjid di atas perutku, tiba-tiba seorang laki-laki menggoncangku dengan kakinya, lalu ia berkata : ” Sesungguhnya ini adalah bentuk tidur yang dibenci Allah.” Ayahku berkata : ”lalu aku melihat (laki-laki tersebut), ternyata ia adalah Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam.” (HR Abu Dawud dengan Sanad Shahih)

2.Miring Ke Kiri
Posisi ini juga bukan merupakan posisi ideal oleh karena tidur dengan posisi miring ke kiri akan menyebabkan penekanan pada jantung dan lambung sehingga aliran darah menjadi kurang lancar. Rasulullah sendiri tidak menganjurkan tidur dengan posisi ini.

3.Miring Ke Kanan
Dalam hal ini, Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam telah mengajarkan kita lewat sabdanya : ”Jika engkau akan tidur, maka berwudhulah sperti wudhu untuk sholat, kemudian berbaringlah ke sebelah kanan …..” (HR Bukhari dan Muslim). Para ahli sepakat, posisi tidur yang dianggap paling aman adalah dengan menghadap ke kanan karena dengan posisi ini jantung tidak akan tertekan sehingga aliran darah di dalam tubuh dapat berjalan lebih lancar. Lancarnya peredaran darah akan meningkatkan metabolisme tubuh.

4.Terlentang
Posisi terlentang merupakan salah satu posisi yang juga dianggap aman pada saat tidur. Namun jika memilih posisi tidur terlentang dianjurkan agar bantal yang digunakan dapat menopang seluruh kepala danleher sehingga pada saat terbangun tidak mudah mengalami pegal-pegal.

Adapun hadis mengenai berwudhu sebelum tidur sebagaimana disampaikan sebelumnya, telah diungkapkan keutamaannya secara medis. Dalam sebuah artikel berjudul ”Muslims Rituals and Their Effect on the Person’s Health” dijelaskan bagaimana wudhu dapat menstimulasi irama tubuh secara alami. Rangsangan itu muncul pada seluruh tubuh, khususnya pada area yang disebut Biological Active Spots (BASes). Terdapat 700 BASes pada tubuh kita, tapi 65 di antaranyay memiliki efek terapi refleks cepat yang cukup diaktifkan dengan pijatan ringan. Daerah ini dikenal dengan istilah ’drastic spot’ yang dalam artikel tersebut diungkapkan bahwa drastic spot inilah bagian-bagian tubuh yang di basuh air wudhu. BASes mirip sekali dengan titik-titik refleksologi ala cina. Bedanya, untuk menguasai titik-titik refleksi ala Cina dengan tuntas dibutuhkan waktu paling tidak 15-20 tahun. Beda kan dengan praktik wudhu???!!!

Selain itu, kita dianjurkan untuk banyak mengintrospeksi diri (muhasabah) sebelum tidur yang akan berguna sebagai motivator bagi aktivitas kita di hari berikutnya setelah bangun tidur. Juga berdoa kepada Allah sebelum dan ketika bangun tidur dengan doa yang telah diajarkan oleh Rasulullah.

Subhanallah ya, tidur cara ideal ala Rasulullah sangat luar biasa. Ternyata di baliknya, banyak manfaat yang bisa kita dapatkan. Hidup akan lebih damai, jiwa tenang, tubuh terjaga kesehatannya.. ^^.

 

Sumber: ruang inspirasi rien moeslimah