Cihuy,, dapat tiket nonton film “2012”! Gratis pula,, hohohoho. Makasih ya, sobat ^^ Penasaran banget sama film ini, apa sih bagusnya?? Soalnya kebanyakan teman yang sudah nonton film ini bilangnya sih mengerikan, ga begitu bagus, tapi efeknya lumayan. Jadi penasaran ingin membuktikannya sendiri ^^

Hm,, sekilas kabar yang terdengar tentang film “2012”,, film tentang kiamat yang mengundang kontroversi. Sampai-sampai ada fatwa haram yang mmelarang umat Islam menonton film ini karena dikhawatirkan menimbulkan ketakutan dan kepercayaan orang-orang bahwa kiamat akan datang pada tahun 2012. KIAMAT,, semua orang termasuk aku percaya bahwa kiamat akan datang, kehancuran dunia dan segala yang sudah Allah ciptakan pasti akan terjadi, tapi kan ga perlu pusing-pusing mikirin waktunya, itu rahasia Allah. Yang penting mah, gimana bisa menjalani hidup ini dengan lebih bermakna, untuk beribadah kepada Yang Maha. Betul??

Nah, kalau tidak salah, film “2012” ini mengambil ide dari ramalan bangsa Maya kuno tentang berakhirnya dunia berdasarkan penanggalan kuno mereka, tanggal 21-12-2012. Eh, kenapa ga sekalian 12-12-2012?? Angka cantik tuh, hihi :p Dengan ide kiamat dengan penghancuran dunia, wajar banyak orang yang penasaran. Mengenai filmnya sendiri, aku rasa jalan ceritanya lumayan datar, mudah sekali ditebak, ga terlalu banyak memainkan emosi penonton. Terlalu banyak fokus pada penghancuran dan usaha penyelamatan diri. Efeknya bagus, dengan suara dan gambar yang sangat mengagumkan yang menghadirkan kengerian di kala bumi itu hancur dengan gempa bumi, gunung meletus, dan tsunami.

Buat yang belum nonton ataupun yang tidak bisa menonton, ini sedkit ulasan jalan ceritanya:

Cerita bermula dari penelitian ilmuwan di India, Dr Satnam Tsurutani yang menemukan bahwa inti bumi terus memanas. Satnam memperlihatkan penelitiannya kepada sahabat yang seorang ilmuwan Amerika, Dr Adrian Helmsley. Adrian terkejut melihat inti bumi yang terus memanas. Adrian buru-buru kembali ke Amerika untuk bertemu kepala staf presiden, Carl Anheuser yang semula meremehkan temuan bumi terus memanas itu, namun akhirnya langsung terkejut dan merespons. Diadakan pertemuan G8, dimana Presiden Amerika Thomas Wilson menyampaikan kepada para petinggi dunia bahwa bumi akan dilanda musibah besar terkait inti bumi yang terus memanas. Memasuki 2012, pemerintah semakin sibuk melakukan persiapan penyelamatan manusia dari musibah yang dipercaya sebagai kiamat
(bagian ini aku terlewat,, hiks. cuma dapat dari diceritain :P)

Di lain tempat seorang penulis buku Jackson Curtis bersama kedua anaknya, Noah dan Lily, berkemah di lokasi perkemahan Yellowstone. Disana mereka bertemu dengan Charlie Frost, seorang penyiar radio yang berpenampilan seperti orang gila. Berkat Charlie, Jackson tahu bahwa bumi terancam musnah dan ada sebuah peta menuju pesawat yang dapat menyelamatkan manusia dari kehancuran bumi.

Di tempat tinggal mantan istrinya dan di tempat-tempat lain, bencana gempa bumi mulai terjadi. Jackson diminta segera mengantar pulang anaknya setelah sang istri, Kate dan pacarnya, Gordon mengalami musibah gempa di sebuah supermarket. Setelah mengantar pulang anak-anaknya, Jackson kembali bekerja kepada bosnya, Yuri Karpov untuk mengantar dua anak kembar Yuri, Alec dan Oleg ke bandara. Jackson mulai memercayai omongan Charlie tentang kiamat ketika dia menyaksikan jalan yang dipijaknya di bandara terbelah karena gempa. Jackson lalu menyewa pesawat dan seorang pilot untuk menyelamatkan keluarganya.
Ketegangan dan kengerian mulai terjadi (kurasa ini bagian bagusnya^^). Gempa dasyat terjadi, menghancurkan setiap tempat yang dilalui Jackson yang ngebut mengemudikan limusinnya menuju rumah Kate di Pasadena. Rumah Kate nyaris hancur karena gempa saat gempa terjadi, untung mereka selamat. Setelah semua masuk mobil, Jackson mengemudikan mobil berusaha menghindari jalanan yang amblas akibat gempa (he’s a very good driver, although it’s seems impossible to do it). Bangunan semua hancur, rontok berkeping-keping. Jalan layang roboh dan amblas ditelan bumi. Jackson, Kate, Noah, Lily, dan Gordon berhasil mencapai bandara. Sayang, pilot yang disewa itu tewas karena gempa. Jadilah Gordon yang baru belajar mengemudikan pesawat kecil, dipaksa menjadi pilot dadakan. Pesawat kecil itu hampir jatuh ke dalam perut bumi karena landasan pacu terbelah. Akhirnya, mereka selamat.

Di lain tempat, Dr Adrian dibuat terkejut dengan derajat panas bumi yang terus naik dalam hitungan jam. Kiamat yang diperkirakan masih jauh, ternyata tinggal beberapa hari lagi. Upaya penyelamatan mulai dilakukan pemerintah. Sayang, Presiden Thomas menolak dievakuasi. Presiden Thomas memutuskan tidak ikut naik pesawat menuju China, tempat disediakannya ‘Bahtera Besi’ yang dapat menyelamatkan manusia. Bagian ini cukup mengharukan, pilihan menghadapi datangnya kematian yang pasti terjadi karena amanah menjalankan kewajiban menenangkan warga sebagai seorang pemimpin,, keren. Setiap orang yang bersiap menyelamatkan diri, namun tidak bisa membawa keluarga, menghubungi keluarganya, lumayan mengharukan juga karena disitulah mereka menyadari perpisahan untuk selamanya harus terjadi. Jadi ingat rasanya saat diminta membuat “surat wasiat kematian”, meski hanya semacam simulasi,, wew.

Gambaran betapa dahsyat dan mengerikannya kiamat terjadi, Di kejauhan ombak laut terlihat bergulung-gulung ribuan meter tingginya. Kapal perang Amerika, John F Kennedy, yang luar biasa besar seolah dimuntahkan dari laut dan jatuh menimpa Thomas dan korban lainnya.. Adrian yang berada di pesawat evakuasi menuju China menyaksikan dari layar pemantau bahwa gempa besar hingga 9 Skala Richter lebih menimpa berbagai belahan bumi. Itu disusul dengan terjangan tsunami di mana-mana. Bisa ditebak, bumi mengalami kehancuran total. Bahkan, lempeng Pasifik runtuh. Kutub Selatan pun bergeser ribuan mil jauhnya. Pegunungan Himalaya juga berubah, tak lagi menjadi puncak tertinggi dunia. Posisinya digantikan Cape of Good Hope di Afrika.

Singkat cerita, Adrian dan staf kepresidenan tiba di China untuk naik ke kapal besar yang disebut ‘Bahtera Besi’. Warga biasa yang hendak naik pesawat ini sudah memesan kursi dari jauh-jauh hari dengan harga 1 juta Euro per orang tidak dibiarkan masuk ke kapal karena ada masalah. Hm, uang yang besar namun dianggap cukup sepadan untuk harga sebuah nyawa. Terjadi pertengkaran karena masalah pemilihan orang yang diselamatkan,, mengapa hanya orang yang mampu membayar, mengapa bukan orang-orang terpilih yang memang punya kemampuan?? Mengapa tidak semua orang mendapatkan hak yang sama untuk menyelamatkan diri? Mengapa orang yang menemukan dan meramalkan kejadian ini, Dr Satnam yang cerdas bersama keluarganya tidak dijemput dan dibiarkan mengalami bencana, tewas di India?? Fiuuuh,,😛 Terjadi kepanikan dari warga biasa yang ingin ikut masuk kapal, tegakah orang-orang menyaksikan orang lain tewas begitu saja di depan mata saat bisa menolong. Sempet kesel nih sama Anheuser yang tegaan,, huh. Akhirnya Dr Adrian yang baik hati angkat bicara untuk meminta semua pemimpin dunia mengijinkan mereka semua masuk, demi alasan kemanusiaan. ^^ Usaha diplomasi yang bagus dari Dr Adrian berhasil, mereka diijinkan, pintu dibuka.

Jackson dan keluarganya berhasil mencapai Bantera Besi di China. Mereka masuk ke pesawat sebagai penumpang gelap dengan dibantu sebuah keluarga China yang baik hati. Kendala terjadi, proses penyusupan mereka kurang lancar. Gordon tewas karena mendadak pintu gerbang kapal membuka. Ketika hendak tertutup lagi, pintunya macet gara-gara ada kabel yang menghalangi. Kapal tidak akan bisa jalan jika pintu belum menutup sempurna. Sementara kru kapal berupaya mencari penyebab macetnya pintu, China dilanda tsunami maha dahsyat yang menenggelamkan semua yang ada di daratan.

Kapal itu terombang-ambing arus dan akan bertabrakan dengan gunung es. Di sini, Jackson beraksi sebagai sang pahlawan. Dengan dibantu anaknya yang masih kecil, Noah, Jackson turun ke bagian bawah kapal yang telah terendam air. Dia akhirnya berhasil memutus kabel yang menghambat pintu kapal. Ketika Noah berhasil meloloskan diri dari pintu tersebut, Jackson tidak ada. Kate, Noah, dan Lily menangis meratapi Jackson yang dikira tewas, beberapa saat kemudian ternyata Jackson muncul dalam keadaan selamat. (adegan ini lumayan menyedihkan, tapi mudah ditebak,, tokoh protagonis ga akan dengan mudah mati lah,, hihi).

Mesin kapal pun berhasil dinyalakan dan kapal melaju. Setelah dirasa aman, pintu geladak kapal dibuka. Terlihat pemandangan hanya air di mana-mana. Tidak ada gedung, tidak ada rumah, tidak ada makhluk hidup selain mereka yang di kapal. Mereka menuju benua Afrika, dimana air sudah surut dan disanalah hidup baru dimulai.

The end ^^

Hm, liat jalan ceritanya jadi ingat kisah nabi Nuh ya.. ^^ Tapi, satu hal yang mengganjal saat selesai nonton.. Kalau beneran ini film tentang kiamat, kok masih ada manusia yang hidup?? Bukankah sejatinya, jika kiamat besar tiba, niscaya tidak ada satu pun makhluk hidup ciptaan Allah yang bisa melarikan diri. Bumi akan tiada dan musnah layaknya debu.. Hm, wallahu ‘alam ^^