akhir-akhir ini sering merasa mudah capek, mengantuk, dan pusing. awalnya kukira stres karena kerjaanku akhir2 ini. sampai akhirnya hari ini aku merasa pusing mendadak hampir pingsan saat mengikuti kegiatan di cimahi. gejalanya cukup mengagetkan, awalnya merasa baik2 saja, tapi saat abis ngobrol sama seorang kenalan pandangan tiba-tiba mengabur, padahal aku tidak memiliki masalah dengan mataku. rasanya kayak mau pingsan. meskipun baru sekali mengalami pingsan saat aku memaksakan melakukan donor darah pertama saat lagi puasa sunah (#tindakan ceroboh), tapi rasanya aku ingat. lucu, pingsan sendiri tapi sadar juga sendiri :p

saat diajak sobat (dengan sedikit memaksa) untuk ke Rumah Sakit terdekat, pusing yang nyata terjadi. setelah membatalkan rencana sore ketemuan sama teman, bertemulah diriku dengan dokter jaga di RS. usut punya usut, aku tidak mengalami masalah dengan tekanan darahku yang ternyata normal. sempet mengira infeksi sinusitis ringanku kambuh, tapi mungkin bukan itu penyebab utama, karena aku tidak sedang flu. hm, diagnosa yang dijatuhkan dokter adalah gejala hipoglikemia. waduh, apa itu?? ada kata kemia?? darah kah? serem ah! tapi ngobrol punya ngobrol, ternyata bukan itu juga. masalahku hanya karena rendahnya gula darahku karena terlambat makan pagi dan siang, sehari sebelumnya (which is hari minggu kemarin) aku tak makan seharian karena keasyikan beraktivitas, hehe. mama, maafkan anakmu yang bandel yaaa! ^^

dapat satu kosakata disease baru, HIPOGLIKEMIA. apa itu?? ternyata eh ternyata, itu adalah sejenis penyakit yang berkaitan dengan gula darah. gejala mirip anemia dan diabetes, tapi beda penanganannya. hipoglikemia terjadi akibat kadar gula darah turun drastis dari keadaan normal. gejalanya antara lain pusing, kurang konsentrasi, penglihatan mengabur, mudah mengantuk dan rasanya lemas, bahkan pingsan.

menurut artikel di http://www.tanyadokter.com, ada beberapa hal yang menjadi penyebab terjadinya hipoglikemia. Sebagian besar kasus hipoglikemia terjadi pada penderita diabetes dan berhubungan dengan obat yaitu insulin ataupun obat lain yang fungsinya untuk menurunkan kadar gula darah. hipoglikemia juga bisa terjadi karena puasa yang berlebihan, dimana hipoglikemia terjadi setelah berpuasa dan terjadi hanya jika terdapat penyakit lain (terutama penyakit kelenjar hipofisa atau kelenjar adrenal. ada juga hipoglikemia reaktif, dimana hipoglikemia terjadi sebagai reaksi terhadap makan, biasanya karbohidrat.

Gejala hipoglikemia pada awalnya tubuh memberikan respon terhadap rendahnya kadar gula darah dengan melepaskan epinefrin (adrenalin) dari kelenjar adrenal dan beberapa ujung saraf. Epinefrin merangsang pelepasan gula dari cadangan tubuh tetapi juga menyebabkan gejala yang menyerupai serangan kecemasan (berkeringat, kegelisahan, gemetaran, pingsan, jantung berdebar-debar dan kadang rasa lapar). hipoglikemia yang lebih berat menyebabkan berkurangnya glukosa ke otak dan menyebabkan pusing, bingung, lelah, lemah, sakit kepala, perilaku yang tidak biasa, tidak mampu berkonsentrasi, gangguan penglihatan, kejang dan koma. hipoglikemia yang berlangsung lama bisa menyebabkan kerusakan otak yang permanen. gejala yang menyerupai kecemasan maupun gangguan fungsi otak bisa terjadi secara perlahan maupun secara tiba-tiba. hal ini paling sering terjadi pada orang yang memakai insulin atau obat hipoglikemik per-oral. pada penderita tumor pankreas penghasil insulin, gejalanya terjadi pada pagi hari setelah puasa semalaman, terutama jika cadangan gula darah habis karena melakukan olah raga sebelum sarapan pagi. Pada mulanya hanya terjadi serangan hipoglikemia sewaktu-waktu, tetapi lama-lama serangan lebih sering terjadi dan lebih berat.

Untuk penanganan, gejala hipoglikemia akan menghilang dalam beberapa menit setelah penderita mengkonsumsi gula (dalam bentuk permen atau tablet glukosa) maupun minum jus buah, air gula atau segelas susu. Seseorang yang sering mengalami hipoglikemia (terutama penderita diabetes), hendaknya selalu membawa tablet glukosa karena efeknya cepat timbul dan memberikan sejumlah gula yang konsisten. Baik penderita diabetes maupun bukan, sebaiknya sesudah makan gula diikuti dengan makanan yang mengandung karbohidrat yang bertahan lama (misalnya roti atau biskuit). Jika hipoglikemianya berat dan berlangsung lama serta tidak mungkin untuk memasukkan gula melalui mulut penderita, maka diberikan glukosa intravena untuk mencegah kerusakan otak yang serius. Seseorang yang memiliki resiko mengalami episode hipoglikemia berat sebaiknya selalu membawa glukagon. Glukagon adalah hormon yang dihasilkan oleh sel pulau pankreas, yang merangsang pembentukan sejumlah besar glukosa dari cadangan karbohidrat di dalam hati. Glukagon tersedia dalam bentuk suntikan dan biasanya mengembalikan gula darah dalam waktu 5-15 menit. Tumor penghasil insulin harus diangkat melalui pembedahan. Sebelum pembedahan, diberikan obat untuk menghambat pelepasan insulin oleh tumor (misalnya diazoksid). Bukan penderita diabetes yang sering mengalami hipoglikemia dapat menghindari serangan hipoglikemia dengan sering makan dalam porsi kecil.

ternyata, tinggi rendahnya kadar gula darah sangat mempengaruhi kesehatan kita. yuk tanam hidup sehat agar terhindar dari berbagai penyakit :)

About these ads